Welcome to my Blog Teknologi Informasi 2012 TECHNOLOGY INFORMATION

Flash

Jumat, 27 Januari 2012

Rancangan Undang-undang SOPA dan PIPA


Rancangan Undang-undang SOPA dan PIPA
Saat ini SOPA dan PIPA ramai dibicarakan di dunia internet. Saya sendiri sebenarnya tidak begitu antusias dengan SOPA dan PIPA tersebut. Tetapi, suatu ketika pada tanggal 18 Januari 2012 lalu, ketika mengakses layanan Wikipedia.org, ada satu tampilan yang aneh, tampilan tidak seperti biasanya. Homepage Wikipedia dengan latar belakang hitam dengan tulisan“Image aWorld Without Free Knowledge…” dengan arti kurang lebih “Selama lebih dari satu dekade, kita telah menghabiskan jutaan jam membangun ensiklopedia terbesar dalam sejarah manusia. Saat ini, Kongres AS sedang mempertimbangkan undang-undang yang fatal natinya dapat merusak internet gratis dan terbuka…”
anti RUU SOPA dan PIPA
Tampilan wikipedia.org

Segera mencari tahu lebih lanjut tentang SOPA dan PIPA. Hasil pencarian di google menunjukkan hasill yang banyak tentang ini, terutama berita online. Setelah beberapa kali membaca, akhirnya sedikit tahu permasalahan yang dihadapi wikipedia.org.

Sabtu, 07 Januari 2012

Joli OS – Jadikan Komputer Lawas Berfungsi Lagi


Joli OS   Jadikan Komputer Lawas Berfungsi Lagi Image
Beberapa diantara kita mungkin masih mempunyai komputer atau laptop lawas yang meskipun masih berfungsi normal terpaksa harus kita pensiunkan karena memang spesifikasi hardwarenya yang sudah kadaluwarsa.  Saya sendiri masih menyimpan sebuah desktop build up sekelas intel P3 yang dulu saya beli di FastnCheap . Sayang memang melihat komputer yang dulu merupakan teman seperjuangan dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliah kini dibiarkan begitu saja. Akhirnya setelah googling mencari OS alternatif yang ringan saya menemukan Joli OS, sebuah sistem operasi yang ditujukan untuk kegiatan komputasi yang bersifat cloud based yang dapat dijalankan pada komputer dengan resource rendah.
Joli OS adalah sistem operasi turunan linux ubuntu dari perusahaan Jolicloud . Joli OS memadukan konsep OS desktop yang bisa tetap digunakan dalam kondisi offline dan Jolicloud yang merupakan sistem operasi berbasis web atau cloud desktop untuk mengakses aplikasi berbasis web, seperti misalnya google docs, office live, dropbox dan layanan cloud lainnya.
Untuk menjalankan Joli OS ini pertama kali kita download terlebih dahulu Joli OS terbaru dari situs jolicloud.com. Kita bisa memilih untuk mendownload Joli OS yang berbentuk iso file dan menginstallnya secara stand allone atau versi windows installer apabila kita menghendaki dual boot dengan windows. Saya sendiri telah mencoba Joli OS ini baik pada komputer maupun secara virtual dengan bantuan VMWare.
Berikut step by step instalasi Joli OS secara stand allone pada komputer, disini saya akan menggunakan ISO file Joli OS yang telah diburning pada CD.
  1. Boot komputer dari CD, lalu pilih Install Joli OS
    Joli OS   Jadikan Komputer Lawas Berfungsi Lagi Image
  2. Lalukan step by step instalasi sampai selesai dan tampilan desktop menampilkan gambar seperti dibawah, lalu masukan username dan password yang telah dibuat sebelumnya.
    Joli OS   Jadikan Komputer Lawas Berfungsi Lagi Image
  3. Setelah menunggu beberapa saat, selanjutnya kita akan diminta untuk login menggunakan account jolicloud (kalau belum punya berarti harus daftar dulu) atau menggunakan account facebook, hal ini karena Joli OS desktop merupakan bagian dari account Jolicloud Anda.
    Joli OS   Jadikan Komputer Lawas Berfungsi Lagi Image
  4. Perlu diperhatikan untuk koneksi pertama kali, komputer harus terhubung ke internet,  karena Joli OS akan melakukan proses sinkronisasi dengan Jolicloud terlebih dahulu, apabila komputer tidak terhubung ke internet maka akan muncul  gambar seperti dibawah ini :
    Joli OS   Jadikan Komputer Lawas Berfungsi Lagi Image
  5. Setelah komputer berhasil login dan proses sinkronisasi telah selesai, akan tampil halaman awal desktop Joli OS kurang lebih seperti berikut:
    Joli OS   Jadikan Komputer Lawas Berfungsi Lagi Image
  6. Sekarang kita sudah bisa menikmati browsing, facebook-an, nge-game atau menggunakan aplikasi cloud seperti google docs menggunakan komputer jadul kita atau menambahkan aplikasi berbasis web lainnya yang ada di Jolicloud App Center atau menginstall aplikasi pada lokal komputer seperti misalnya Office Writer.
    Joli OS   Jadikan Komputer Lawas Berfungsi Lagi Image
Setelah mencoba Joli OS ini saya mempunyai beberapa catatan tentang kelebihan dan kekurangan dari aplikasi ini, beberapa kelebihan Joli OS menurut saya diantaranya adalah:
  • Memanfaatkan resource komputer yang rendah, sehingga komputer jadul pun masih bisa mencicipi layanan cloud computing.
  • Tampilan background yang cukup elegan dengan wallpaper yang bisa diganti-ganti.
  • Mempunyai fitur update otomatis, dan sinkronisasi data pada layanan aplikasi cloud-nya.
  • Sebagai OS Desktop kita tetap dapat menginstall aplikasi desktop seperti misalnya Office Writer dan menikmatinya secara offline.
Sedangkan kekurangan utamanya adalah seperti sistem operasi berbasis cloud lainnya, kita memerlukan koneksi internet yang cukup mumpuni agar bisa menjalankan aplikasi-aplikasi web based dari Jolicloud dengan optimal dan juga diperlukan proses adapatasi dalam mengakses menu-menu pada desktop Joli OS.
Alhasil, Joli OS merupakan sistem operasi alternatif yang layak kita coba  untuk membangkitkan kembali komputer lawas kita dan menjadikannya bagian dari teknologi baru, cloud computing.

Lebih Jauh dengan Lenovo ThinkPad Hybrid X1, Laptop Dual Prosesor System & Dual OS


Lenovo kembali akan mengeluarkan laptop terbarunya dengan nama ThinkPad Hybrid X1 yang memiliki layar Gorilla Glass, keyboard lebar, dan desain yang lebih tipis dari seri ThinkPad yang sebelumnya pernah dirilis Lenovo.
Uniknya Lenovo ThinkPad Hybrid X1 memiliki dua sistem operasi dan dua prosesor. yaitu prosesor desktop Intel Core i5/i7 dan prosesor mobile Qualcomm Snapdragon 1,2 GHz (dual core). Untuk sistem operasinya, ada Windows 7 dan Linux.
Jadi jika Anda ingin menggunakan Hybrid X1 sebagai laptop, yang berperan di mode ini adalah Intel Core i5/i7, Windows 7, dan ada memori 8GB (maksimal). Sedangkan saat berperan sebagai tablet atau smartphone, Hybrid X1 akan beralih menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 1,2 GHz, Linux, dan memori sebesar 1GB.
Sistem operasi yang digunakan saat berada di mode ini adalah Linux. Namun, menurut laporanEngadget, Android yang akhirnya dipilih Lenovo untuk di mode tablet/smartphone di Hybrid X1.
Dikutip dari Engadget, Perpindahan antara dua sistem operasi ini ternyata berbeda dengan ‘dual boot’ seperti pada umumnya. Jika pada ‘dual boot’ biasa, untuk berpindah ke sistem operasi lain Anda harus me-restart komputer, sedangkan di Hybrid X1 anda tidak perlu lagi melakukan itu.
Rencananya Laptop ini akan dijual pada kuartal kedua tahun 2012 dengan harga 1.599 USD.
Menurut kabar, Lenovo ThinPad Hybrid X1 ini akan dipamerkan dalam Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, 9 hingga 12 Januari 2012.

Logitech Cube Mouse Unik Berbentuk Kotak yang Ringkas dan Sensitif terhadap Sentuhan


Logitech memang ahlinya dalam produksi mouse, keyboard utk komputer maupun laptop, dan kali ini bakal ada mouse Logitech Cube yang menantang semua desain mouse konvensional karena berbentuk nyleneh alias kotak.   Nah, jika Anda bertanya-tanya tentang bagaimana cara kerjanya Anda dapat melihat sebuah video demonstrasi di bawah ini yang memamerkan mouse Cube.
Hal pertama yang Anda mungkin melihat tentang Cube adalah bahwa mouse ini berukuran kecil!
Anda dapat melihat mengapa mouse itu dirancang untuk presenter bepergian. Meskipun tidak ada tombol yang terlihat,mouse ini mampu menggulung layar halaman web hanya dengan mengelus permukaannya - cukup keren bukan.
Supaya jelas, Anda bisa melihat logitech cube ini beraksi di video berikut.

FIFA 12 Terbaru dari EA Memiliki Kualitas Grafis Mendekati Foto Realistik


Perkembangan video game saat ini semakin canggih saja. Para pengembang game melihat bahwa platform game yang ada saat ini, seperti
playstation 3 atau xbox 360, sudah terlalu kuno. Mereka berharap adanya platform baru yang bisa memberikan pengalaman bermain game
terlihat nyata. David Rutter, Produser pengembangan game FIFA, beranggapan lain. Dia mengatakan bahwa gambar yang nyata dalam sebuah game sudah ada. Namun, kata Rutter, kualitas permainan sebuah game menjadi lebih penting daripada mewujudkan gambar yang sempurna seperti benda nyata.
“Saya rasa kami sudah cukup dekat,” kata Rutter kepada CVG ketika ditanya mengenai kualitas gambar game FIFA 12.
“Kami melakukan pengawasan yang ketat terhadap game ini – saya pikir [sekarang] jika anda melihat seseorang bermain FIFA dari kejauhan,
anda tidak akan menyadari bahwa dia sedang bermain game. Masih ada kekurangan dalam bentuk wajah dan hal-hal seperti itu, tapi bentuk
fisik pemain, pencahayaan dan setting kamera, semuanya jika dilihat dari jauh terlihat menakjubkan.”
Pihak pengembang tidak seharusnya hanya focus pada sebuah aspek saja. Rutter lebih memilih untuk memberikan pengalaman bermain yang
memuaskan dan kemudian menambahkannya dengan penampilan gambar yang paling bagus.
“Jika dibandingkan dengan gambar nyata, kami semakin dekat, namun kami jauh lebih mengutamakan pengalaman dalam bermain game. Selebihnya adalah aspek pendukung saja. Tim kami selama ini telah fokus bekerja dan telah memiliki apa yang sudah menjadi tujuan kami dalam beberapa tahun terakhir.” Selain memiliki gambar yang bagus, FIFA 12 memberikan berbagai variasi perbaikan jika dibandingkan dengan judul sebelumnya, dengan AI yang lebih canggih, sebuah system defensive baru, dribbling yang presisi, dan lain-lain.
Game Fifa 12 ini akan diluncurkan pada 27 september  2011 di amerika utara dan 30 september di eropa. FIFA 12 akan tersedia dalam beberapa platform, antara lain PC, PS 3, PS 2, PSP, Xbox 360, Nintendo Wii atau 3DS.

Euclideon Mengklaim Menciptakan Teknologi Unlimited Detail Rendering 3D 100.000 Lebih Baik dari Teknologi Sekarang


Sebuah perushaan bernama Euclideon yang berasal dari Australia mengklaim bahwa mereka berhasil menciptakan teknologi rendering untuk video game yang memiliki kualitas 100.000 kali lebih baik.
Mereka mengatakan  dalam dunia grafis, penggunaan partikel yang lebih kecil akan menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik. Namun permasalahannya, jika semakin banyak partikel yang ada di layar, maka akan mempengaruhi kecepatan proses komputer tersebut. Jika gambar yang dirender hanya beberapa, tentunya itu tak menjadi masalah. Namun jika itu adalah video games, maka hal tersebut menjadi hal yang tidak mungkin, yang harus menggunakan teknologi rendering real time.
Euclideon mengklaim bahwa mereka telah berhasil menggunakan teknologi tersebut. Bahkan mereka berani mengatakan bahwa mereka dapat menggunakan partikel atom 3D dalam jumlah yang tak terbatas. Merekapun menunjukkan sebuah video yang memperlihatkan hasil kerja mereka. Dalam video tersebut mereka mengatakan bahwa terdapat hampir 21 triliun poligon dan berjalan pada 20 FPS.
Namun saat ini mereka sedang akan meluncurkan SDK bagi programmer/developer untuk dapat memanfaatkan teknologi ini. Jadi kita tunggu saja kapan teknologi ini dapat kita lihat dan kita mainkan secara langsung.

Intel Klaim Sedang Kembangkan Prosesor Berbasis 14 Nanometer


Perusahaan pembuat prosesor ternama dunia, Intel, kini tengah memulai membangun prosesor berbasis arsitektur Ivy Bridge 22 nm. Produksinya sendiri akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2012. Dengan teknologi ini, mereka mengklaim bahwa prosesornya selangka lebih maju daripada prosesor milik AMD maupun ARM.
Meskipun begitu, nampaknya Intel masih belum merasa puas. Dalam sebuah wawancara dengan Direktur Manager Intel Eropa bagian utara, Pat Bliemer mengatakan bahwa perusahaanya masih terus melakukan penelitian. Bahkan, kepada Nordic Hardware yang dikutip dari Electronista dia mengatakan bahwa Intel kini tengah melakukan pengujian terhadap prosesor terbarunya berbasis 14nm.
Sebelumnya, untuk menghasilkan prosesor berbasis Ivy Bridge, Intel mengembangkan 3D atau Tri-gate transistor. Komponen elektronik multidimensi ini memiliki karateristik termal dan power yang lebih baik sekaligus desain yang lebih compact. Jika Intel mengatakan kini tengah melakukan pengujian prosesor 14nm, maka mereka telah berhasil mengembangkan teknologi 3D transistor ke arah lebih baik lagi.
Pat Bliemer sendiri enggan menyebutkan lebih lanjut perihal tersebut. Yang pasti, ujarnya, para peneliti di lab Intel kini tengah bekerja mengenai hal tersebut dan siap untuk diproduksi untuk waktu mendatang.